Hari ini, keberanian itu muncul ketika Pendeta Novri Pelle, gembala jemaat di gereja kami meminta untuk berkhotbah.
Biasanya saya mencari ilustrasi dari berbagai sumber, entah internet, buku atau cerita teman yang bisa aku bagikan.
Tapi kali ini, saya berpikir, kenapa bukan cerita luar biasa dari ayah saya yang boasa saja namun memberikan dirinya untuk menjadi pelayan tuhan dan manusia.
Bertema tentang seorang pemimpin yang melayani, Servant Leadership mulailah saya mempersiapkannya.
Kata Servant diartikan seorang pelayan yang memiliki kelas terendah dalam hidup sosial, diperintah bahkan dicacimaki.
Namun beda dengan Servant Leadership.. Ini sebuah konsep kepemimpinan yang memiliki jiwa melayani, entah itu di gereja, di rumah maupun di pekerjaan.
Saya mengambil cerita hebat dari Nabi Nehemia ketika ia bertekad membangun kembali Tembok Yerusalem yang roboh ketika diserang kerajaan Babel.
Ia hanya seorang biasa, juru minum raja ketika ditawan. Namun ada beberapa hal yang menonjol ketika ia bertekad membangung kembali bangsa Israel.
1. Ia memiliki integritas.
Nehemia seorang yang tekun dalam berdoa, ia memiliki karakter yang khas, keinginannya yang teguh membuat ia yakin bahwa ini akan berhasil. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah.
2. Ia seorang pemimpin yang visioner
Seorang pemimpin yang baik selalu memiliki visi dalam hidupnya? Ia tahu sasaran yang hendak dicapai dan mengarahkan hidupnya sesuai sasaran yang ingin dicapainya dan membawa kemajuan untuk hasil yang dicapai.
3. Ia seorang yang Peduli
Ia peduli dengan semua bangsa Israel, ketika ia menciptakan strategi dalam membangun kembali tembok Yerusalem dan kehidupan rohani bangsa Israel, ia tahu menempatkan orang pada posisinya, ya the right man in the right place.
4. Ia seorang pembuat keputusan dan bertanggungjawab
Segala sesuatu diputuskan dengan baik dan bertanggung jawab atas segala kegiatan dan rencana yang dilakukan.
Dengan segala keterbatasannya, ia memberikan dirinya untuk memimpin bangsa Israel dan memperhatikan bangsa yang ia pimpin.
Kisah Nehemia tidak semulus yang kita bayangkan, permasalahan, pertentangan, kebencian dan caci maki menyertai usahanya. Bisa saja ia meninggalkan toh ia bukan siapa-siapa..
Namun semangatnya dan penyertaan Tuhan yang membuat semua berhasil.
Diujung sejarah bangsa Israel, Nehemia menjadi gubernur memimpin bangsa itu.
Bagaimana kita, apakah terpanggil untuk melayani sesama kita?
Perhatikan, apakah ada hal-hal berikut ini dalam hati dan pikitan kita:
1. Allah memanggil saya untuk melayani dan saya mengetahuinya.
2. Saya bersedia melayani
3. Memberikan segala kekhawatiranku kepada Allah ketika saya melayani
4. Saya sanggup menjadi teladan dan memiliki kerendahan hati
5. Berpegang teguh dalam iman
Ketika matahari hari ini terbenam, saya berdoa kiranya Bapa di Surga, memberikan semua hal di atas agar saya bisa melayani Tuhan dan sahabatku sesama manusia, baik itu di keluarga, di gereja, di kantor dan dimanapun berada.
Saya juga mendoakan anda, agar memiliki kerinduan yang sama.
Tuhan memberkati kita semua.
Happy Working Days :)
No comments:
Post a Comment